Jumat, 16 Oktober 2015

Role Playing

Bermain peran merupakan salah satu metode yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan siswa.
Pegalaman belajar yang diperoleh dari metode bermain peran (role playing) meliputi kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Metode bermain peran (role playing) juga dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa.
Langkah-langkah bemain peran (role playing) dalam Uno (2011: 122) sebagai berikut:
1)      Guru menyiapkan sekenario yang akan ditampilkan oleh siswa
2)      Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM
3)      Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 3-5 orang

Rabu, 30 September 2015

MAPSI 2015

Para siswa pilihan SDN 1 Kalibenda yang mewakili lomba MAPSI 2015 tingkat Kecamatan Sigaluh



Senin, 21 September 2015

Materi Drama

Istilah drama berasal dari bahasa Yunani, yakni berasal dari kata “dram” yang berarti gerak atau prilaku. Kata drama juga berasal dari bahasa Inggris “action atau a thing done” kemudian menjadi “life presented in action” yang berarti suatu kehidupan yang disajikan dengan gerak. Istilah drama dalam sastra Indonesia disejajarkan (disamakan) dengan istilah teater. Istilah teater sendiri berasal dari Bangsa Yunani, yakni kata “theatron” yang berarti takjub melihat. Istilah ini juga berasal dari bahasa Inggris “theater yang berarti pertunjukan atau tempat pertunjukan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Penari SDN 1 Kalibenda

Wajah-wajah cantik penari dari SDN 1 Kalibenda ddalam rangka kirab Hari Jadi Kab. Banjarnegara 2015



Jumat, 14 Agustus 2015

Kemah Penggalang 2015

Kemah Penggalang Kwartir Ranting Sigaluh 2015








Alkhamdulillah regu putri mendapat juara 3

Kamis, 13 Agustus 2015

Pelapukan Batuan

(1)     Pelapukan Fisika
Pelapukan fisika disebabkan oleh berbagai faktor alam. Faktor alam itu antara lain: angin, air, perubahan suhu, dan gelombang laut. Angin yang senantiasa bertiup kencang dapat mengikis batuan sedikit demi sedikit. Kondisi ini dapat mengakibatkan batuan mengalami erosi. Erosi batuan menyebabkan terjadinya padang pasir. Selain itu, angin yang bertiup sangat kencang juga dapat menggeser batuan. Saat bergeser inilah batuan bergesekan dengan batuan lain sehingga mengalami penggerusan. Batuan akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil, misalnya pasir dan kerikil. Perubahan suhu secara drastis juga dapat mengakibatkan pelapukan batuan. Saat suhu tinggi atau panas, batu akan mengembang. Sementara itu, saat suhu rendah atau dingin, batu akan menyusut kembali. Perubahan ini terjadi silih berganti antara siang dan malam. Adanya perubahan suhu yang silih berganti ini, lama-kelamaan dapat mengakibatkan batuan tersebut pecah. Batu juga dapat mengalami pelapukan karena air.

Rabu, 15 Juli 2015

Jenis-jenis Batuan

Berdasarkan proses terbentuknya, terdapat tiga jenis batuan yang menyusun lapisan kerak bumi. Tiga jenis batuan tersebut yaitu batuan beku (batuan magma atau vulkanik), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan metamorf).
(1)     Batuan beku (batuan magma/vulkanik), batuan beku adalah batuan yang terbentuk karena pembekuan magma dan lava. Di dalam kerak bumi terdapat batuan yang masih cair dan sangat panas yang disebut magma. Jadi, Magma merupakan benda cair yang sangat panas dan terdapat di perut bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut lava. Pendinginan magma dan lava menyebabkan magma dan lava membeku menjadi batuan beku. Kegunaan batuan tersebut yaitu batu apung digunakan untuk mengampelas atau menghaluskan kayu. Granit dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Batu obsidian oleh manusia purba sering dipakai untuk alat pemotong atau tombak.