Tampilkan postingan dengan label Model Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Model Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Role Playing

Bermain peran merupakan salah satu metode yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan siswa.
Pegalaman belajar yang diperoleh dari metode bermain peran (role playing) meliputi kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Metode bermain peran (role playing) juga dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa.
Langkah-langkah bemain peran (role playing) dalam Uno (2011: 122) sebagai berikut:
1)      Guru menyiapkan sekenario yang akan ditampilkan oleh siswa
2)      Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM
3)      Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 3-5 orang

Selasa, 09 Juni 2015

Model STAD

Pada pembelajaran kooperatif dengan model STAD, siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang siswa yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda. Dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atau variasi jenis kelamin, kelompok ras dan etnis atau kelompok sosial lainnya. Dalam pelaksanaannya, guru menyampaikan materi pembelajaran kemudian membentuk kelompok agar siswa bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu.

Kamis, 12 Maret 2015

Model mind mapping

Pemetaan pikiran (mind mapping) adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Menurut Buzan (2010: 4), mind mapping  adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil kembali informasi keluar dari otak. 

Tujuh langkah membuat mind mapping menurut Buzan (2010: 15–16),  yaitu  sebagai berikut:
(1)      Tentukan tema atau topik dari mind mapping, tulis topik tersebut pada bagian tengah kertas kosong yang diletakkan mendatar (landscape). Penulisan topik cukup menggunakan satu kata sebagai kata kunci.
(2)      Gunakan pula gambar untuk topik utama, misalkan topik tentang hewan maka sisipkanlah gambar hewan.

Rabu, 25 Februari 2015

Langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik

Zukardi dalam Aisyah dkk (2007: 7.20) menyatakan bahwa secara umum langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik yaitu sebagai berikut:
(1)   Persiapan; pada tahap ini, selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berbagai macam strategi  yang  mungkin  akan  ditempuh  siswa  dalam  menyelesaikan masalah tersebut,
(2)   Pembukaan; pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri,

Senin, 09 Februari 2015

Prinsip Pembelajaran Matematika Realistik

Ada tiga prinsip PMR menurut Gravemeijer dalam Supinah dan Agus D.W (2009: 72-4). Prinsip tersebut yaitu guided reinvention, didactical phenomenology, dan self developed model. Ketiga prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Guided Reinvention atau Menemukan Kembali Secara Seimbang
Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan matematisasi dengan masalah kontekstual yang realistik, dengan bantuan dari guru, siswa didorong atau ditantang untuk aktif bekerja. Siswa bahkan diharapkan dapat mengonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang akan diperolehnya. Pembelajaran tidak dimulai dari sifat-sifat, definisi, atau teorema, dan selanjutnya diikuti contoh-contoh, tetapi dimulai dengan masalah kontekstual nyata yang selanjutnya melalui aktivitas belajar siswa, diharapkan dapat ditemukan sifat, definisi, teorema, atau aturan oleh siswa sendiri.

Sabtu, 17 Januari 2015

Teknik think pair share

Menurut Trianto (2007: 61) think pair share atau berpikir berpasangan berbagi adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. 

Agus Suprijono (2010: 91) menyatakan bahwa langkah- langkah think pair share yakni : (1) thinking, pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh siswa. Guru memberikan kesempatan kepada mereka memikirkan jawabannya; (2) pairing, pada tahap ini guru meminta siswa berpasang-pasangan. Beri kesempatan kepada pasangan-pasangan itu berdiskusi. Diharapkan diskusi dapat memperdalam makna dari jawaban yang telah dipikirkan melalui bertukar pikir dengan pasangannya; (3) sharing, dalam kegiatan ini diharapkan terjadi tanya jawab yang mendorong pada pemerolehan pengetahuan secara terkait.  Siswa mampu menemukan sendiri pengetahuan yang dipelajari.

Jumat, 26 Desember 2014

Teknik Make a match

Menurut Suprijono (2009: 94), hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match yaitu kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari katu berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah dalam pelaksanaan make a match adalah sebagai berikut:
a)        Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi pertanyaan dan kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan tersebut.
b)        Langkah berikutnya yaitu guru membagi komunitas kelas menjadi 6 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang.

Sabtu, 13 Desember 2014

Cooperatif Learning

Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (Rusman 2011
Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat unsur-unsur dasar yang saling terkait. Menurut Bennet (Isjoni 2010: 60), menyatakan ada lima unsur dasar yang dapat membedakan pembelajaran kooperatif dengan kerja kelompok, yaitu:

Rabu, 20 Agustus 2014

Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Model pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan bertahap, selangkah demi selangkah. Menurut Sudrajat (2011) model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran yang telah terstuktur; (4) lingkungan belajar yang telah terstruktur; dan (5) distruktur oleh guru.