Sabtu, 17 Januari 2015

Teknik think pair share

Menurut Trianto (2007: 61) think pair share atau berpikir berpasangan berbagi adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. 

Agus Suprijono (2010: 91) menyatakan bahwa langkah- langkah think pair share yakni : (1) thinking, pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh siswa. Guru memberikan kesempatan kepada mereka memikirkan jawabannya; (2) pairing, pada tahap ini guru meminta siswa berpasang-pasangan. Beri kesempatan kepada pasangan-pasangan itu berdiskusi. Diharapkan diskusi dapat memperdalam makna dari jawaban yang telah dipikirkan melalui bertukar pikir dengan pasangannya; (3) sharing, dalam kegiatan ini diharapkan terjadi tanya jawab yang mendorong pada pemerolehan pengetahuan secara terkait.  Siswa mampu menemukan sendiri pengetahuan yang dipelajari.

Jumat, 26 Desember 2014

Teknik Make a match

Menurut Suprijono (2009: 94), hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match yaitu kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari katu berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah dalam pelaksanaan make a match adalah sebagai berikut:
a)        Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi pertanyaan dan kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan tersebut.
b)        Langkah berikutnya yaitu guru membagi komunitas kelas menjadi 6 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang.

Sabtu, 13 Desember 2014

Cooperatif Learning

Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (Rusman 2011
Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat unsur-unsur dasar yang saling terkait. Menurut Bennet (Isjoni 2010: 60), menyatakan ada lima unsur dasar yang dapat membedakan pembelajaran kooperatif dengan kerja kelompok, yaitu:

Selasa, 11 November 2014

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis merupakan alat musik yang digunakan untuk memainkan nada-nada atau melodi sebuah lagu. Misalnya rekorder, pianika, organ, terompet, gitar, flute, rebab, angklung, mandolin, suling, dan glockenspiel.
Menurut Narimo, dkk (2010: 118) pianika adalah bentuk kecil dari piano atau organ. Alat ini dimainkan dengan cara ditiup dengan menggunakan mouthpiece sambil menekan bilah-bilah pada papan pianika. Jadi, pianika merupakan alat musik melodis yang ditiup. Pianika memiliki bilah-bilah nada yang dinamakan tuts. Setiap tuts pianika memiliki satu nada tertentu. Ada dua tuts pada pianika yaitu: (1) tuts berwarna putih, untuk memainkan nada-nada asli atau natural, yaitu nada-nada yang belum mendapat kromatis baik dinaikkan maupun diturunkan. (2) tuts berwarna hitam, untuk memainkan nada-nada perubahan, yaitu nada yang telah diberikan kromatis baik dinaikkan setengah maupun diturunkan setengah. Pianika merupakan alat musik melodis yang mudah dimainkan dengan teknik sederhana. Pianika dapat mengeluarkan dua nada atau lebih dalam satu kali tiupan.


Rabu, 22 Oktober 2014

Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis merupakan alat musik yang dalam permainannya memberikan irama (ritme) tertentu dalam pergelaran musik. Hal ini juga berhubungan dengan ketukan (pulsa) dan birama. Yang termasuk kedalam alat musik ritmis adalah bass, gong, kendang, castanets, simbal, timpani, tamburin, rebana, triangle, claves, pandiero, stiks, bongo, dan dram.

Rabu, 15 Oktober 2014

Materi Pengumuman

Pengumuman adalah proses atau cara, perbuatan mengumumkan. Pengumuman juga bisa diartikan pesan atau informasi yang disampaikan oleh pihak tertentu kepada umum. Pengumuman berbeda dengan iklan, pengumuman hanya menyampaikan pesan atau informasi yang berguna untuk kepentingan umum. Pengumuman bersifat umum, artinya isi pengumuman untuk diketahui oleh banyak orang. Warsidi (2007:103) mengelompokan jenis-jenis pengumuman sebagai berikut: (a) laporan kegiatan atau acara, (b) berita pernikahan, ulang tahun, kelahiran, dan peresmian, (c) berita duka, (d) pengumuman pemenang, (e) lowongan pekerjaan atau penerimaan siswa baru, (f) pemberitahuan dan instansi pemerintah, (g) iklan, (h) pengumuman orang hilang.

Senin, 01 September 2014

Hakikat Menulis

Menurut Tarigan (1986) dalam Muchlisoh (1996:254) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Menurut Rofi’uddin (2001:193) menulis diartikan sebagai kemampuan menggunakan bahasa untuk menyatakan ide, pikiran, atau perasaan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tulis.