Jumat, 22 Mei 2015

Materi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam. Sumber daya alam digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraannya. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, dan hewan.
Berdasarkan jenisnya, sumber daya alam terdiri atas sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Sumber daya alam hayati dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan. Sumber daya alam nonhayati adalah sumber daya alam yang bukan berasal dari makhluk hidup. Contohnya antara lain: tanah, sinar matahari, dan air.

Rabu, 22 April 2015

Sabtu, 04 April 2015

Materi Peristiwa Alam

Semua jenis aktivitas alam disebut juga peristiwa alam. Segala macam bencana alam termasuk dalam peristiwa alam. Berbagai macam bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:
(1)      Banjir
Bencana banjir diawali dengan curah hujan yang sangat tinggi. Curah hujan dikatakan tinggi, jika hujan turun secara terus-menerus dan besarnya lebih dari 50 mm per hari. Air hujan dapat mengakibatkan banjir, jika tidak mendapat cukup tempat untuk mengalir. Seringkali sungai tidak mampu menampung air hujan, sehingga air meluap menjadi banjir. Bencana banjir dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Rumah-rumah dan ribuan hektar sawah yang ditanami padi, rusak. Jalan-jalan terputus tidak bisa dilewati. Korban banjir dapat terancam berbagai penyakit seperti diare, kolera, dan penyakit-penyakit kulit.

Kamis, 12 Maret 2015

Model mind mapping

Pemetaan pikiran (mind mapping) adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Menurut Buzan (2010: 4), mind mapping  adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil kembali informasi keluar dari otak. 

Tujuh langkah membuat mind mapping menurut Buzan (2010: 15–16),  yaitu  sebagai berikut:
(1)      Tentukan tema atau topik dari mind mapping, tulis topik tersebut pada bagian tengah kertas kosong yang diletakkan mendatar (landscape). Penulisan topik cukup menggunakan satu kata sebagai kata kunci.
(2)      Gunakan pula gambar untuk topik utama, misalkan topik tentang hewan maka sisipkanlah gambar hewan.

Senin, 02 Maret 2015

Materi Posisi Bulan

Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya. Pada saat malam hari bulan terlihat sangat indah bersama bintang-bintang yang ada di sekitarnya. Cahaya bulan sebenarnya merupakan hasil pemantulan cahaya yang berasal dari matahari. Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari. Hal ini disebabkan karena pada siang hari cahaya matahari memancar sangat kuat dan cahaya bulan jauh lebih redup sehingga bulan tidak terlihat jelas, atau karena posisi bulan sedang tidak tepat memantulkan cahaya ke Bumi.

Rabu, 25 Februari 2015

Langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik

Zukardi dalam Aisyah dkk (2007: 7.20) menyatakan bahwa secara umum langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik yaitu sebagai berikut:
(1)   Persiapan; pada tahap ini, selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berbagai macam strategi  yang  mungkin  akan  ditempuh  siswa  dalam  menyelesaikan masalah tersebut,
(2)   Pembukaan; pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri,

Senin, 09 Februari 2015

Prinsip Pembelajaran Matematika Realistik

Ada tiga prinsip PMR menurut Gravemeijer dalam Supinah dan Agus D.W (2009: 72-4). Prinsip tersebut yaitu guided reinvention, didactical phenomenology, dan self developed model. Ketiga prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Guided Reinvention atau Menemukan Kembali Secara Seimbang
Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan matematisasi dengan masalah kontekstual yang realistik, dengan bantuan dari guru, siswa didorong atau ditantang untuk aktif bekerja. Siswa bahkan diharapkan dapat mengonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang akan diperolehnya. Pembelajaran tidak dimulai dari sifat-sifat, definisi, atau teorema, dan selanjutnya diikuti contoh-contoh, tetapi dimulai dengan masalah kontekstual nyata yang selanjutnya melalui aktivitas belajar siswa, diharapkan dapat ditemukan sifat, definisi, teorema, atau aturan oleh siswa sendiri.