Juara 3 FLS2N Tingkat Kabupaten Banjarnegara bidang menganyam
Rabu, 22 April 2015
Sabtu, 04 April 2015
Materi Peristiwa Alam
Semua jenis aktivitas alam
disebut juga peristiwa alam. Segala macam bencana alam termasuk dalam peristiwa
alam. Berbagai macam bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:
(1) Banjir
Bencana banjir diawali dengan curah hujan yang
sangat tinggi. Curah hujan dikatakan tinggi, jika hujan turun secara
terus-menerus dan besarnya lebih dari 50 mm per hari. Air hujan dapat
mengakibatkan banjir, jika tidak mendapat cukup tempat untuk mengalir.
Seringkali sungai tidak mampu menampung air hujan, sehingga air meluap menjadi
banjir. Bencana banjir dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar.
Rumah-rumah dan ribuan hektar sawah yang ditanami padi, rusak. Jalan-jalan
terputus tidak bisa dilewati. Korban banjir dapat terancam berbagai penyakit
seperti diare, kolera, dan penyakit-penyakit kulit.
Kamis, 12 Maret 2015
Model mind mapping
Pemetaan pikiran (mind
mapping) adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk
menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru.
Menurut Buzan (2010: 4), mind mapping adalah cara termudah untuk menempatkan
informasi ke dalam otak dan mengambil kembali informasi keluar dari otak.
Tujuh
langkah membuat mind mapping menurut
Buzan (2010: 15–16), yaitu sebagai berikut:
(1) Tentukan tema atau topik dari mind mapping, tulis topik tersebut pada
bagian tengah kertas kosong yang diletakkan mendatar (landscape). Penulisan topik cukup menggunakan satu kata sebagai
kata kunci.
(2) Gunakan pula gambar untuk topik utama, misalkan
topik tentang hewan maka sisipkanlah gambar hewan.
Senin, 02 Maret 2015
Materi Posisi Bulan
Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya.
Pada saat malam hari bulan terlihat sangat indah bersama bintang-bintang yang
ada di sekitarnya. Cahaya bulan sebenarnya merupakan hasil pemantulan cahaya
yang berasal dari matahari. Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari.
Hal ini disebabkan karena pada siang hari cahaya matahari memancar sangat kuat
dan cahaya bulan jauh lebih redup sehingga bulan tidak terlihat jelas, atau
karena posisi bulan sedang tidak tepat memantulkan cahaya ke Bumi.
Rabu, 25 Februari 2015
Langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik
Zukardi dalam
Aisyah dkk (2007: 7.20) menyatakan bahwa secara umum langkah-langkah Pembelajaran
Matematika Realistik yaitu sebagai berikut:
(1)
Persiapan; pada tahap ini, selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus
benar-benar memahami masalah dan memiliki berbagai macam strategi yang mungkin akan ditempuh siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut,
(2) Pembukaan; pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang
dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa
diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri,
Senin, 09 Februari 2015
Prinsip Pembelajaran Matematika Realistik
Ada tiga prinsip
PMR menurut Gravemeijer dalam Supinah dan Agus D.W (2009: 72-4). Prinsip
tersebut yaitu guided reinvention,
didactical phenomenology, dan self
developed model. Ketiga prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Guided Reinvention atau Menemukan Kembali Secara Seimbang
Dengan
memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan matematisasi dengan masalah
kontekstual yang realistik, dengan bantuan dari guru, siswa didorong atau ditantang untuk aktif
bekerja. Siswa bahkan diharapkan dapat mengonstruksi atau membangun sendiri
pengetahuan yang akan diperolehnya. Pembelajaran tidak dimulai dari
sifat-sifat, definisi, atau teorema, dan selanjutnya diikuti contoh-contoh,
tetapi dimulai dengan masalah kontekstual nyata yang selanjutnya melalui
aktivitas belajar siswa, diharapkan dapat ditemukan sifat, definisi, teorema,
atau aturan oleh siswa sendiri.
Selasa, 20 Januari 2015
Sikap terhadap Pengaruh Globalisasi
Upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif
globalisasi. Adapun upaya penanggulangannya dapat diterapkan di berbagai
lingkungan yang berbeda-beda.
a) lingkungan
Sekolah. Di sekolah perlu ditekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan
tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku
negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antarpelajar.
Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangat diperlukan. Peran serta
tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dan komunikasi yang baik. Misalnya
guru dan orang tua selalu mengawasi dan membimbing siswa. Siswa juga harus
mematuhi perintah orang tua dan guru. Selain itu, siswa juga harus menerapkan
peraturan sekolah dengan disiplin. Hal ini untuk mencegah pengaruh negatif
globalisasi masuk ke sekolah;
Langganan:
Postingan (Atom)