Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya.
Pada saat malam hari bulan terlihat sangat indah bersama bintang-bintang yang
ada di sekitarnya. Cahaya bulan sebenarnya merupakan hasil pemantulan cahaya
yang berasal dari matahari. Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari.
Hal ini disebabkan karena pada siang hari cahaya matahari memancar sangat kuat
dan cahaya bulan jauh lebih redup sehingga bulan tidak terlihat jelas, atau
karena posisi bulan sedang tidak tepat memantulkan cahaya ke Bumi.
Senin, 02 Maret 2015
Rabu, 25 Februari 2015
Langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik
Zukardi dalam
Aisyah dkk (2007: 7.20) menyatakan bahwa secara umum langkah-langkah Pembelajaran
Matematika Realistik yaitu sebagai berikut:
(1)
Persiapan; pada tahap ini, selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus
benar-benar memahami masalah dan memiliki berbagai macam strategi yang mungkin akan ditempuh siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut,
(2) Pembukaan; pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang
dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa
diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri,
Senin, 09 Februari 2015
Prinsip Pembelajaran Matematika Realistik
Ada tiga prinsip
PMR menurut Gravemeijer dalam Supinah dan Agus D.W (2009: 72-4). Prinsip
tersebut yaitu guided reinvention,
didactical phenomenology, dan self
developed model. Ketiga prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Guided Reinvention atau Menemukan Kembali Secara Seimbang
Dengan
memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan matematisasi dengan masalah
kontekstual yang realistik, dengan bantuan dari guru, siswa didorong atau ditantang untuk aktif
bekerja. Siswa bahkan diharapkan dapat mengonstruksi atau membangun sendiri
pengetahuan yang akan diperolehnya. Pembelajaran tidak dimulai dari
sifat-sifat, definisi, atau teorema, dan selanjutnya diikuti contoh-contoh,
tetapi dimulai dengan masalah kontekstual nyata yang selanjutnya melalui
aktivitas belajar siswa, diharapkan dapat ditemukan sifat, definisi, teorema,
atau aturan oleh siswa sendiri.
Selasa, 20 Januari 2015
Sikap terhadap Pengaruh Globalisasi
Upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif
globalisasi. Adapun upaya penanggulangannya dapat diterapkan di berbagai
lingkungan yang berbeda-beda.
a) lingkungan
Sekolah. Di sekolah perlu ditekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan
tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku
negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antarpelajar.
Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangat diperlukan. Peran serta
tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dan komunikasi yang baik. Misalnya
guru dan orang tua selalu mengawasi dan membimbing siswa. Siswa juga harus
mematuhi perintah orang tua dan guru. Selain itu, siswa juga harus menerapkan
peraturan sekolah dengan disiplin. Hal ini untuk mencegah pengaruh negatif
globalisasi masuk ke sekolah;
Sabtu, 17 Januari 2015
Teknik think pair share
Menurut Trianto (2007: 61)
think pair share atau berpikir
berpasangan berbagi adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang
dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.
Agus Suprijono (2010:
91) menyatakan bahwa langkah- langkah think
pair share yakni : (1) thinking,
pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait
dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh siswa. Guru memberikan kesempatan kepada
mereka memikirkan jawabannya; (2) pairing,
pada tahap ini guru meminta siswa berpasang-pasangan. Beri kesempatan kepada
pasangan-pasangan itu berdiskusi. Diharapkan diskusi dapat memperdalam makna
dari jawaban yang telah dipikirkan melalui bertukar pikir dengan pasangannya;
(3) sharing, dalam kegiatan ini
diharapkan terjadi tanya jawab yang mendorong pada pemerolehan pengetahuan
secara terkait. Siswa mampu menemukan
sendiri pengetahuan yang dipelajari.
Jumat, 26 Desember 2014
Teknik Make a match
Menurut Suprijono (2009: 94), hal-hal yang perlu
dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match yaitu kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari katu
berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah dalam
pelaksanaan make a match adalah
sebagai berikut:
a)
Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi
pertanyaan dan kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan tersebut.
b)
Langkah berikutnya yaitu guru membagi komunitas kelas
menjadi 6 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang.
Sabtu, 13 Desember 2014
Cooperatif Learning
Pembelajaran kooperatif (cooperatif
learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan
bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya
terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat
heterogen (Rusman 2011
Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat
unsur-unsur dasar yang saling terkait. Menurut Bennet (Isjoni 2010: 60),
menyatakan ada lima unsur dasar yang dapat membedakan pembelajaran kooperatif
dengan kerja kelompok, yaitu:
Langganan:
Postingan (Atom)