Sabtu, 02 April 2016

Materi Gerak Tari Kreatif Kelas I

(1)     Gerak berpindah tempat pada hewan
     Anggota tubuh hewan banyak melakukan gerak, ada gerak di tempat dan gerak berpindah tempat. Gerak berpindah tempat dilakukan oleh kaki, antara lain melangkah kedepan, melangkah kebelakang melangkah samping kanan dan melangkah samping kiri.
(2)     Gerak tari menurut tingkatan
Gerak berpindah tempat bermacam-macam, ada yang dilakukan dengan tingkat tinggi dan tingkat rendah.
(3)     Gerak tari sesuai iringan bunyi
Suara manusia atau yang bersumber dari tubuh merupakan bunyi alam. Macam-macam suara ada jeritan, tangisan dan nyanyian. Nyanyian dapat digunakan sebagai iringan tari.
(4) Melakukan gerak kreatif (gerak hasil ciptaan sendiri)

     Membuat gerakan tari yang diiringi lagu yang dinyanyikan. Syair lagu dapat membantu membuat gerakan pada tari. 

Minggu, 06 Maret 2016

Lirik Lagu Serulingmas

Bawa Pocung Gliyung
Dha elinga guyub rukun iku kudu
Sengkud nggenyo tandang
Mbangun praja murih apik
Serulingmas Seruan Eling Banyumas
Tembang
Endah yen sinawang netra
Edi peni tansah nyengsemake
Taman wisata kang langka tandhinge
Serulingmas arane
Margasatwa sawernane
Kolam renang bening banyune
Akeh panggonan dolanan cah bocah
     Ana panggung hiburane

Selasa, 23 Februari 2016

Lirik Lagu Dawet Ayu Banjarnegara

Kakang-kakang pada plesir
Maring ngendi ya yi
Tuku dawet dawete Banjarnegara
Seger anyes legi
Apa iya
Dawet ayu dawete Banjarnegara

Sida apa ora ,tuku dawet ayu
Dawet Banjarnegara
Seger e rasane  ,es campurane
Krenyes   , duh rasane   


Ora baen baen segere dicampur duren

Senin, 11 Januari 2016

Metode Pembelajaran Tari di SD

Metode-metode pembelajaran yang bisa dipilih oleh guru dalam mengajarkan tari antara lain:
(1)     Metode Refleksi
Melalui metode refleksi ini para siswa menirukan guru melakukan gerak tari. Guru menari didepan, siswa mengikuti di belakangnya.  Proses ini berlangsung terus bersamaan dengan musik iringannya, pada waktu itu belum ada tape, sehingga latihan diulang-ulang bersamaan dengan musik hidup yang dilakukan oleh anggota karawitan.

Senin, 23 November 2015

Studytour Dieng kelas 6

Joglo di depan Sumur Jalatunda

di belakang Kawah Sileri


Berenang di kolam renang Dieng DeQiano

Foto bersama di kompleks candi Arjuna

Jumat, 16 Oktober 2015

Role Playing

Bermain peran merupakan salah satu metode yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan siswa.
Pegalaman belajar yang diperoleh dari metode bermain peran (role playing) meliputi kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Metode bermain peran (role playing) juga dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa.
Langkah-langkah bemain peran (role playing) dalam Uno (2011: 122) sebagai berikut:
1)      Guru menyiapkan sekenario yang akan ditampilkan oleh siswa
2)      Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM
3)      Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 3-5 orang

Rabu, 30 September 2015

MAPSI 2015

Para siswa pilihan SDN 1 Kalibenda yang mewakili lomba MAPSI 2015 tingkat Kecamatan Sigaluh



Senin, 21 September 2015

Materi Drama

Istilah drama berasal dari bahasa Yunani, yakni berasal dari kata “dram” yang berarti gerak atau prilaku. Kata drama juga berasal dari bahasa Inggris “action atau a thing done” kemudian menjadi “life presented in action” yang berarti suatu kehidupan yang disajikan dengan gerak. Istilah drama dalam sastra Indonesia disejajarkan (disamakan) dengan istilah teater. Istilah teater sendiri berasal dari Bangsa Yunani, yakni kata “theatron” yang berarti takjub melihat. Istilah ini juga berasal dari bahasa Inggris “theater yang berarti pertunjukan atau tempat pertunjukan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Penari SDN 1 Kalibenda

Wajah-wajah cantik penari dari SDN 1 Kalibenda ddalam rangka kirab Hari Jadi Kab. Banjarnegara 2015



Jumat, 14 Agustus 2015

Kemah Penggalang 2015

Kemah Penggalang Kwartir Ranting Sigaluh 2015








Alkhamdulillah regu putri mendapat juara 3

Kamis, 13 Agustus 2015

Pelapukan Batuan

(1)     Pelapukan Fisika
Pelapukan fisika disebabkan oleh berbagai faktor alam. Faktor alam itu antara lain: angin, air, perubahan suhu, dan gelombang laut. Angin yang senantiasa bertiup kencang dapat mengikis batuan sedikit demi sedikit. Kondisi ini dapat mengakibatkan batuan mengalami erosi. Erosi batuan menyebabkan terjadinya padang pasir. Selain itu, angin yang bertiup sangat kencang juga dapat menggeser batuan. Saat bergeser inilah batuan bergesekan dengan batuan lain sehingga mengalami penggerusan. Batuan akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil, misalnya pasir dan kerikil. Perubahan suhu secara drastis juga dapat mengakibatkan pelapukan batuan. Saat suhu tinggi atau panas, batu akan mengembang. Sementara itu, saat suhu rendah atau dingin, batu akan menyusut kembali. Perubahan ini terjadi silih berganti antara siang dan malam. Adanya perubahan suhu yang silih berganti ini, lama-kelamaan dapat mengakibatkan batuan tersebut pecah. Batu juga dapat mengalami pelapukan karena air.

Rabu, 15 Juli 2015

Jenis-jenis Batuan

Berdasarkan proses terbentuknya, terdapat tiga jenis batuan yang menyusun lapisan kerak bumi. Tiga jenis batuan tersebut yaitu batuan beku (batuan magma atau vulkanik), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan metamorf).
(1)     Batuan beku (batuan magma/vulkanik), batuan beku adalah batuan yang terbentuk karena pembekuan magma dan lava. Di dalam kerak bumi terdapat batuan yang masih cair dan sangat panas yang disebut magma. Jadi, Magma merupakan benda cair yang sangat panas dan terdapat di perut bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut lava. Pendinginan magma dan lava menyebabkan magma dan lava membeku menjadi batuan beku. Kegunaan batuan tersebut yaitu batu apung digunakan untuk mengampelas atau menghaluskan kayu. Granit dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Batu obsidian oleh manusia purba sering dipakai untuk alat pemotong atau tombak. 

Selasa, 09 Juni 2015

Model STAD

Pada pembelajaran kooperatif dengan model STAD, siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang siswa yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda. Dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atau variasi jenis kelamin, kelompok ras dan etnis atau kelompok sosial lainnya. Dalam pelaksanaannya, guru menyampaikan materi pembelajaran kemudian membentuk kelompok agar siswa bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu.

Jumat, 22 Mei 2015

Materi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam. Sumber daya alam digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraannya. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, dan hewan.
Berdasarkan jenisnya, sumber daya alam terdiri atas sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Sumber daya alam hayati dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan. Sumber daya alam nonhayati adalah sumber daya alam yang bukan berasal dari makhluk hidup. Contohnya antara lain: tanah, sinar matahari, dan air.

Rabu, 22 April 2015

Sabtu, 04 April 2015

Materi Peristiwa Alam

Semua jenis aktivitas alam disebut juga peristiwa alam. Segala macam bencana alam termasuk dalam peristiwa alam. Berbagai macam bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:
(1)      Banjir
Bencana banjir diawali dengan curah hujan yang sangat tinggi. Curah hujan dikatakan tinggi, jika hujan turun secara terus-menerus dan besarnya lebih dari 50 mm per hari. Air hujan dapat mengakibatkan banjir, jika tidak mendapat cukup tempat untuk mengalir. Seringkali sungai tidak mampu menampung air hujan, sehingga air meluap menjadi banjir. Bencana banjir dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Rumah-rumah dan ribuan hektar sawah yang ditanami padi, rusak. Jalan-jalan terputus tidak bisa dilewati. Korban banjir dapat terancam berbagai penyakit seperti diare, kolera, dan penyakit-penyakit kulit.

Kamis, 12 Maret 2015

Model mind mapping

Pemetaan pikiran (mind mapping) adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Menurut Buzan (2010: 4), mind mapping  adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil kembali informasi keluar dari otak. 

Tujuh langkah membuat mind mapping menurut Buzan (2010: 15–16),  yaitu  sebagai berikut:
(1)      Tentukan tema atau topik dari mind mapping, tulis topik tersebut pada bagian tengah kertas kosong yang diletakkan mendatar (landscape). Penulisan topik cukup menggunakan satu kata sebagai kata kunci.
(2)      Gunakan pula gambar untuk topik utama, misalkan topik tentang hewan maka sisipkanlah gambar hewan.

Senin, 02 Maret 2015

Materi Posisi Bulan

Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya. Pada saat malam hari bulan terlihat sangat indah bersama bintang-bintang yang ada di sekitarnya. Cahaya bulan sebenarnya merupakan hasil pemantulan cahaya yang berasal dari matahari. Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari. Hal ini disebabkan karena pada siang hari cahaya matahari memancar sangat kuat dan cahaya bulan jauh lebih redup sehingga bulan tidak terlihat jelas, atau karena posisi bulan sedang tidak tepat memantulkan cahaya ke Bumi.

Rabu, 25 Februari 2015

Langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik

Zukardi dalam Aisyah dkk (2007: 7.20) menyatakan bahwa secara umum langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik yaitu sebagai berikut:
(1)   Persiapan; pada tahap ini, selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berbagai macam strategi  yang  mungkin  akan  ditempuh  siswa  dalam  menyelesaikan masalah tersebut,
(2)   Pembukaan; pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri,

Senin, 09 Februari 2015

Prinsip Pembelajaran Matematika Realistik

Ada tiga prinsip PMR menurut Gravemeijer dalam Supinah dan Agus D.W (2009: 72-4). Prinsip tersebut yaitu guided reinvention, didactical phenomenology, dan self developed model. Ketiga prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Guided Reinvention atau Menemukan Kembali Secara Seimbang
Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan matematisasi dengan masalah kontekstual yang realistik, dengan bantuan dari guru, siswa didorong atau ditantang untuk aktif bekerja. Siswa bahkan diharapkan dapat mengonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang akan diperolehnya. Pembelajaran tidak dimulai dari sifat-sifat, definisi, atau teorema, dan selanjutnya diikuti contoh-contoh, tetapi dimulai dengan masalah kontekstual nyata yang selanjutnya melalui aktivitas belajar siswa, diharapkan dapat ditemukan sifat, definisi, teorema, atau aturan oleh siswa sendiri.